Mohon Perhatian ! "Jika Laman website ini tidak tampil dengan sempurna mohon matikan terlebih dahulu ADBLOCK anda kemudian refresh ulang laman ini. Terima Kasih."

Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yg Unik

Monday, January 1st 2018. | Jawa Tengah, Solo, Wisata Budaya
Advertisement

Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo , Sebuah Tradisi yg Unik – Tempat Wisata Terindah – Di Kota Solo saat ini terdapat sebuah Kerajaan bercorak Islam bahwa Kasunanan Surakarta. Kasunanan Surakarta meruakan salah sat hasil pemisahan dari Kerajaan Mataram Islam. Sampai saat ini di Kerajaan Kasunanan Surakarta ini masih berdiri dan mempunyai raja yg berkuasa. Berbeda dengan Kasultanan Yogyakarta yg diberi keistimewaan untuk menmerintah Provinsi Yogyakarta, Kasunanan Surakarta tidak mempunyai keistimewaan itu. Meskipun Kasunanan Surakarta masih berdiri akan akantetapi tunduk pada Pemerintahan Republik Indonesia sepenuhnya.

Sebagai sebuah kerajaan Islam, Kasunanan surakarta masih melestarikan berbagai macam budaya yg bernafaskan Islam, salah satunya bahwa ketika memasuki Bulan Muharram atau malam tahun baru Islam, Kasunanan Surakarta menyelenggarakan Kirab Budaya berupa kirab Kebo Bule Kyai Slamet. Dalam Penanggalan Jawa, Bulan Muharram dikenal dengan Bulan Suro, sehingga kirab Kebo Bule ini sering dikenal dengan Korab Malam 1 Suro. Kebo Bule yg ada di Kasunanan Surakarta ini yaitu hewan yg dikeramatkan pihak keraton. Kebo bule yaitu jenis Kerbau albino, sehingga dari penampakannya berbeda dengan kerbau kebanyakan. Karena albino, warna kerbau ini cenderung putih. Menurut pihak Keraton Kasunanan, Kebo Kyai Slamet sendiri sudah meninggal beberapa tahun yg lalu. Kebo bule yg sekarang masih ada ini bahwa keturunan dari Kebo Bule Kyai Slamet.

Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo

Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yg Unik

Asal Mula Kebo Bule Kyai Slamet

Nama Kyai Slamet sebenarnya bukanlah nama dari hewan kerbau bule, akan akantetapi nama dari pusaka kerajaan yg kasat mata. Kerbau bule inilah yg bertugas menjaga pusaka kerajaan Kasunanan Surakarta ini. akan akantetapi karena pusaka ini bersifat kasat mata dan hanya raja sendiri yg bisa melihatnya, maka banyak org yg menganggap Kebo bule itu sebagai Kyai Slamet.

Sejarah Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro

Pada saat Pemerintahan Pakoe Boewono II, sekitar abad ke 17 bahwa saat Kerajaan Mataram masih di Kraton Kartasura, diceritakan bahwa di kerajaan terjadi sebuah pemberontakan yg dilancarkan oleh Pangeran Mangkubumi yg membuat Raja Pakoe Boewono II harus melarikan diri ke Ponorogo. Di Ponorogo beliau ditampung oleh Bupati Ponorogo dan tinggal di sana untuk beberapa saat hingga kondisi aman. Pada masa pelariannya di Ponorogo tersebut, Sang Raja Kartasura itu mendapatkan petunjuk gaib atau wangsit bahwa pusaka Kyai Slamet harus ‘direkso’ atau dijaga oleh sepasang ‘kebo bule’ atau kerbau albino apabila ingin kerajaan aman dan langgeng. Atas Kuasa Tuhan yg maha Agung, seolah gayung bersambut, Sang Bupati Ponorogo tiba-tiba ingin menunjukkan bhaktinya kepada rajanya dengan mempersembahkan sepasang ‘kebo bule’ kepada sinuwun. Kebo bule atau kerbau albino bahwa hewan peliharaan yg sangat langka, hanya org tertentu yg memilikinya.  Maka sinuwun Pakue Boewono II menerima dengan baik ‘pisungsung’ (persembahan) sang bupati dan berterimakasih atas persembahan yg sangat sesuai dengan kebutuhannya. Sinuwun membawa sepasang kerbau bule itu kembali ke Kraton Kartasura setelah pemberontakan usai dan hingga kerajaan berpindah tempat ke Desa Sala dan berganti nama menjadi Kraton Surakarta Hadiningrat.

Dalam peringatan naik takhta Paku Boewono VI, sekaligus pergantian tahun dalam penanggalan Jawa malam 1 Sura, muncul kreativitas menghadirkan sosok kebo bule yg dipercaya sebagai penjelmaan pusaka Kyai Slamet dalam kirab pusaka.

keanehan Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro

Adanya event peringatan malam Tahun Baru Islam pada 1 Suro dengan kirab Kebo Bule Kyai Slamet menjadkan satu atraksi budaya yg keren bagi masyarakat sekitar. malah pengunjung yg datang tidak hanya dari Kota Solo sendiri akan akantetapi juga dari berbagai kabupaten disekitarnya. Selama kirab berlangsung, para abdi dalem yg ikut dalam kirab diwajibkan untuk tidak bicara atau tapa bisu. Di sepanjang perjalanan, banyak warga yg berebut untuk menyentuh kerbau yg dianggap keramat ini. malah ada sebagian masyarakat yg mempunyai kepercayaan bahwa kotoran kerbau bule ini bisa membagikan berkah. Oleh oleh karena itu kotoran kebo bule yg keluar di sepanjang perjalanan pun tak hampir selalu ada yg mengambilnya.

Ada banyak cerita keren berhubungan dngan Kebo Bule Kyai Slamet ini. Konon Kerbau Bule ini dibiarkan bebas berkeliaran di mana saja, malah sampai pergi ke luar Kota Solo. jikalau kerbau ini memakan sesuatu, misalnya tanaman pertanian, maka biasanya petani membiarkannya dan tidak mengusirnya. Petani malah merasa senang jikalau tanamannya dimakan Keebo Kyai Slamet karena hal itu bisa menjadi keberkahan yg tersendiri. Pada saat Kirab malam 1 Suro, keberlangsungan kirab juga tergantung dari Kebo Bule Kyai Slamet ini. Kalau sudah saatnya kirab ia tidak mau keluar, ya berarti kirab akan dibatalkan. Sering kejadian Kirab Malam 1 Suro sampai mundur karena Kebo Bule ngambek gak mau keluar kandang.

Demikian tadi informasi berkenaan Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, yg yaitu Sebuah Tradisi yg Unik. Terakhir kami hanya ingin mengingatkan bahwa jangan sampai mempunyai kepercayaan yg berlebihan terhadap Kebo bule ini. Karena sebagai umat Islam pasti tahu bahwa hanya Allah Swt lah yg mempunyai kuasa atas segala sesuatu.

Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yg Unik

Sekianlah informasi berkenaan Kirab Kebo Bule Malam 1 Suro di Solo, Sebuah Tradisi yg Unik yg bisa team sbstz.com sampaikan , ajak lah keluarga kamu atau sahabat untuk berwisata bersama untuk mendekatkan keakraban tak lupa juga mempelancar rezeki kalian . terimakasih telah singgah ke sbstz.com , luangkan saat kamu untuk men SHARE informasi diatas melalui media sosial seperti Facebook , IG dan lain hal nya agar memperkenalkan berbagai informasi suatu daerah berkenaan keanehan wisata di Negara INDONESIA . terimakasih

Baca Juga;

travel garut Cirebon

Advertisement